Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha Matangkan Kurikulum Perkuliahan

SEBAGAI institusi baru, Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha, yang memiliki bidang ilmu khusus farmasi, mulai mematangkan dan memantapkan kurikulum pembelajaran. Sebelum memasuki masa perkuliahan tahun akademik 2017/2018, kurikulum ini harus siap dulu. Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Ganesha Global Kadek Duwi Cahyadi, S.Farm., M.Si., Apt., penyiapan kurikulum ini dilakukan melalui kegiatan workshop yang digelar 30-31 Agustus untuk me-review yang expert di bidang kurikulum. Workshop ini diberikan oleh tim kurikulum dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Perguruan tinggi yang dijadikan acuan adalah Fakultas Farmasi Ubaya dan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Unud. ‘’Mereka kami minta masukan terhadap kurikulum yang dibuat. Pertama, apakah sudah sesuai dengan

kerangka kurikulum farmasi secara nasional, kedua benchmarking dengan perguruan tinggi farmasi lain, ketiga sesama perguruan tinggi farmasi di Bali,’’ katanya ditemui di sela pelaksanaan workshop di Kuta, Kamis (31/8) lalu. Selanjutnya pada 9 September mendatang, pihaknya akan meminta masukan dari stakeholder, yaitu calon pengguna lulusan. Pihak pengguna lulusan yang dimaksud berasal dari praktisi di bidang farmasi seperti rumah sakit, apotek, puskesmas dan industri. Dari stakeholder ini nantinya akan diminta apa yang update di dunia kerja dan akan dimasukkan ke dalam kurikulum. ‘’Ketika mahasiswa lulus diharapkan sudah siap kerja dan sesuai kebutuhan dunia kerja,’’ ucapnya. Dikatakannya, sesuai dengan konsep awal, Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha memiliki tiga komitmen utama. Pertama, komitmen terhadap regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah, sehingga pihaknya tidak ingin melanggar atau keluar dari jalur regulasi perguruan tinggi. Kedua, komitmen kepada mahasiswa dan orangtuanya dengan memberikan perkuliahan yang bermutu dan berkualitas. Ketiga, komitmen kepada dunia kerja dengan menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja.

Hal senada disampaikan I Nyoman Gede Tri Sutrisna, S.Farm., M.Farm., Apt., Ketua Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha. Menurutnya, kurikulum institusi yang dibuat harus link and match dengan dunia kerja, sehingga apa yang diajarkan dalam perkuliahan sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja. Apabila kurikulum itu baik, mahasiswa yang kuliah di kampus Farmasi Mahaganesha tentu akan memiliki kualitas baik dan sesuai kebutuhan pasar. Proses penyusunan kurikulum ini dimulai sejak dua bulan lalu melalui enam tahapan focus group discussion oleh tim kurikulum secara internal dari penentuan profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, kerangka kurikulum, jenis mata kuliah, pembobotan SKS, sampai ke rancangan pembelajaran dan penilaian. Pada 30-31 Agustus dilakukan finalisasi dokumen kurikulum dengan mengundang beberapa narasumber. Pada 9 September mengundang stakeholder untuk sosialisasi kurikulum sekaligus minta masukan sebelum dilakukan pengesahan dokumen kurikulum ini. Setelah selesainya dokumen kurikulum, secara tidak langsung pihaknya menyelesaikan dokumen mutu berupa standar nasional pendidikan, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga pendidikan. ‘’Dari awal kami berproses dengan sangat baik, dengan harapan institusi ini menjadi unggul dan mengedepankan budaya mutu,’’ ungkapnya.

Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha menerima 105 orang mahasiswa program studi S-1 Farmasi dan D-3 Farmasi tahun ini. Jumlah ini melebihi target 100 mahasiswa. Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan 5-9 September.

  • Kontak Kami
  • Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha
  • Telepon : (0361) 4749310
  • Mobile : 085237206030 / 081805339968
  • Email : info@farmasimahaganesha.ac.id